Tampilkan postingan dengan label Pemrograman terstruktur. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pemrograman terstruktur. Tampilkan semua postingan

Rabu, 21 Juli 2010

Bentuk Logika terstruktur dengan Flow Chart

1. Struktur urut sederhana (simple sequence)
2. Struktur 1 pilihan dengan IF-Then

3. Struktur 2 pilihan dengan IF-THEN-ELSE

4a. Struktur banyak pilihan dengan IF-THEN-ELSEIF

4b. Struktur banyak pilihan dengan CASE


5. Struktur perulangan FOR

6. Struktur perulangan WHILE

7. Struktur perulangan UNTIL

Filosofis Terstruktur


  • Mana yang susunannya terstruktur (teratur, …)
  • Mana yang lebih mudah anda hafalkan
  • Jika akan ditambah satu batang lagi, dimana harus diletakkan agar posisinya dapat dinilai benar
  • Jika susunannya dirombak, mana yang lebih mudah untuk disusun kembali

Metode Dasar Pemrograman terstruktur

Ide awal penerapan pemrograman terstruktur yaitu dengan menghindari penggunaan GOTO untuk melompat ke bagian program tertentu.

Kegunaan GOTO untuk melompat ke baris program tertentu, secara umum dapat dibagi ke dalam 2 kelompok :

  1. Melompat ke bagian bawah program dari posisi program saat ini
  2. Melompat ke bagian atas program dari posisi program saat ini

Dengan pemrograman terstruktur;

Jika ada kebutuhan melompat ke bagian bawah, dapat digantikan dengan perintah Selection (If, Case, Select, Switch,…)

Jika ada kebutuhan melompat ke bagian atas, dapat digantikan dengan perintah Looping (for, While, repeat-until,…)

Untuk itu dalam pemrograman terstruktur hanya dikenal 3 struktur :

  1. Sekuensial, yaitu program yang tidak memiliki lompatan. Baris program dijalankan secara normal (lurus) satu per-satu dari atas ke bawah
  2. Selection, yaitu program yang memiliki pilihan apakah harus menjalankan baris program sesuai dengan urutannya atau melompati sejumlah baris program tersebut
  3. Looping, yaitu program yang juga mengandung pilihan apakah akan mengulangi program yang sudah pernah dijalankan sebelumnya atau tidak

Prinsip utamanya adalah, program tidak boleh melompat ke atas, kecuali untuk keperluan pengulangan

Ide Pemrograman Terstruktur

  • Pemrograman yaitu aktivitas membuat program, yaitu menyusun sejumlah perintah yang dikenal komputer

  • Terstruktur dapat berarti terpola, bentuk yang mengikuti aturan tertentu, juga berarti sesuatu yang sistematis

  • Orang pertama yang mencetuskan ide pemrograman terstruktur adalah Profesor Edsger W. Dijkstra dari University of Eindhoven, Nederland. Ide utamanya adalah bahwa statemen GOTO sebaiknya tidak digunakan di dalam pemrograman terstruktur, sebab bisa membuat program menjadi ruwet.

  • Ide ini ditanggapi oleh HD Milis, yang beranggapan bahwa pemrograman terstruktur semestinya tidak hanya dihubungkan dengan tanpa penggunaan GOTO, tetapi yang lebih utama adalah struktur program itulah yang menentukan apakah suatu pemrograman terstruktur atau tidak.

  • Ide pemrograman terstruktur muncul karena jumlah baris program semakin lama semakin besar, tentu saja hal ini terjadi karena diinginkan aplikasi yang lengkap dan lebih berkualitas.

  • Dengan ide pemrograman terstruktur diharapkan dapat membantu manajemen source code (kode program) sehingga program mudah untuk dikelola bagi kepentingan selanjutnya.

  • Tujuan utama pemrograman terstruktur adalah : agar program-program besar menjadi lebih mudah ditelusuri alur logikanya, mudah untuk dimodifikasi (dikembangkan) dan mudah pula untuk ditemukan bagian yang salah ketika program sedang diuji.